Kisah 1:12-14

Kisah 1:12-14 Rasul-rasul itu pun meninggalkan Bukit Zaitun lalu kembali ke Yerusalem. Bukit itu dekat dengan Yerusalem, kurang lebih sehari perjalanan pada hari Sabat jauhnya.
Setelah tiba di situ, mereka naik ke ruang atas sebuah rumah, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus, Yahya, Yakub, Andereas, Filipus, Tomas, Bartolomeus, Matius, Yakub bin Alpius, Simon, orang Zelot itu, dan Yuda bin Yakub.
Mereka semua dengan sehati tetap memanjatkan doa bersama. Di antara mereka ada saudara-saudara Isa dan beberapa orang perempuan, termasuk Maryam, ibu Isa.

Advertisements

Di babtis husus dengan roh

Kisah 1:1-5 Di dalam kitab yang pertama aku telah menulis, hai Teofilus, mengenai semua yang dilakukan dan diajarkan oleh Isa
sampai pada hari Ia diangkat ke surga. Sebelumnya, melalui Ruh Allah Yang Mahasuci, Ia telah memberikan petunjuk-petunjuk kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
Kepada mereka itulah Isa menampakkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan selama empat puluh hari melalui berbagai cara, berulang kali Ia menunjukkan kepada mereka dengan jelas bahwa Ia hidup dan Ia berbicara dengan mereka mengenai Kerajaan Allah.
Pada suatu hari, ketika Isa ada bersama dengan rasul-rasul itu, Ia berpesan supaya mereka tidak meninggalkan Yerusalem. Sabda-Nya, “Tetaplah di situ menantikan apa yang dijanjikan oleh Bapa-Ku dan yang sudah kamu dengar dari-Ku.
Karena Nabi Yahya mempermandikan dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dipermandikan dengan Ruh Allah.”

Hukum bagi pembunuh

Bilangan 35:21-34 atau jika seseorang menghantam orang lain dengan tangannya karena permusuhan hingga orang itu mati, maka ia pasti dihukum mati, karena ia adalah seorang pembunuh. Orang yang menuntut balasan darah berhak menghabisi pembunuh itu apabila ia bertemu dengannya.
Akan tetapi, jika seseorang mendorong orang lain secara tiba-tiba bukan karena permusuhan, atau melempar suatu benda kepadanya tanpa sengaja,
atau tanpa sadar menjatuhkan sebuah batu pada seseorang hingga orang itu mati karena batu itu, padahal ia bukan musuhnya dan juga tidak berniat mencelakakannya,
maka majelis umat harus memutuskan hukum antara pembunuh itu dengan orang yang menuntut balasan darah menurut hukum-hukum ini.
Majelis umat harus membebaskan pembunuh itu dari tangan orang yang menuntut balasan darah, kemudian mereka harus mengembalikan dia ke kota perlindungan, tempat pelariannya. Ia harus tinggal di sana sampai wafatnya imam besar saat itu, yang telah diminyaki dengan minyak suci.
Tetapi jika pembunuh itu keluar dari batas kota perlindungan tempat pelariannya,
lalu di luar batas kota perlindungannya itu ia didapati oleh orang yang menuntut balasan darah dan dibunuh, maka orang ini tidak berutang darah kepadanya,
karena memang pembunuh itu wajib tinggal di kota perlindungannya sampai orang yang menjadi imam besar wafat. Sesudah imam besar wafat, barulah ia boleh kembali ke tanah miliknya.
Itulah ketetapan hukum bagi kamu turun-temurun di seluruh tempat kediamanmu.
Siapa membunuh orang lain, ia harus dihukum mati atas keterangan para saksi. Namun, satu orang saksi saja tidak cukup untuk dapat menjatuhkan hukuman mati atas seseorang.
Jangan menerima tebusan sebagai ganti nyawa seorang pembunuh yang patut dihukum mati, karena ia harus tetap dihukum mati.
Jangan pula menerima tebusan dari seorang yang melarikan diri ke kota perlindungan jika maksudnya supaya ia dapat kembali tinggal di negeri itu sebelum imam besar wafat.
Jangan najiskan negeri tempat kediamanmu, karena darah yang tertumpah menajiskan negeri itu. Tidak ada pendamaian yang dapat diadakan bagi negeri itu akibat darah yang tertumpah di atasnya, kecuali dengan darah orang yang menumpahkannya.
Jangan najiskan negeri tempat tinggalmu, tempat Aku bersemayam, karena Aku, ALLAH, bersemayam di tengah-tengah bani Israil.”

Titah tuhan dalam iman

Bilangan 35:1-8 ALLAH berfirman kepada Musa di Dataran Moab, di tepi Sungai Yordan dekat Yerikho,
“Perintahkanlah kepada bani Israil supaya mereka memberikan kepada orang Lewi kota-kota dari milik pusaka mereka untuk didiami. Berikanlah juga kepada orang Lewi padang penggembalaan di sekeliling kota-kota itu.
Kota-kota itu akan menjadi tempat kediaman mereka, dan padang-padang penggembalaan mereka akan menjadi tempat ternak mereka, harta benda mereka, serta segala hewan mereka.
Padang-padang penggembalaan kota yang harus kamu berikan kepada orang Lewi itu haruslah seribu hasta jauhnya dari tembok kota ke sebelah luar.
Ke sisi luar kota itu ukurlah dua ribu hasta ke sebelah timur, dua ribu hasta ke sebelah selatan, dua ribu hasta ke sebelah barat, dan dua ribu hasta ke sebelah utara, sehingga kota itu berada di tengah-tengah. Itulah yang akan menjadi padang penggembalaan bagi kota-kota mereka.
Kota-kota yang harus kamu berikan kepada orang Lewi adalah termasuk enam kota perlindungan, supaya seorang pembunuh dapat melarikan diri ke sana. Selain itu, berikanlah pula empat puluh dua kota lainnya,
sehingga seluruh kota yang harus kamu berikan kepada orang Lewi berjumlah empat puluh delapan kota sekaligus dengan padang-padang penggembalaannya.
Mengenai kota-kota yang akan kamu berikan dari tanah milik bani Israil itu, ambillah banyak dari suku yang besar, dan ambillah sedikit dari suku yang kecil. Masing-masing suku harus memberikan kota-kotanya kepada orang Lewi sesuai dengan milik pusaka yang mereka warisi.”

Di percayakan pada mu

Bilangan 34:1-12 ALLAH berfirman kepada Musa,
“Perintahkanlah bani Israil dan katakan kepada mereka, Apabila kamu telah memasuki Tanah Kanaan, maka itulah negeri yang akan menjadi milik pusakamu, yaitu Tanah Kanaan menurut batas-batasnya.
Sisi selatanmu adalah dari Padang Belantara Zin sampai ke tepi Edom. Batas selatanmu dimulai dari ujung Laut Mati ke arah timur,
kemudian membelok ke selatan Tanjakan Akrabim, berlanjut ke Zin, dan berakhir di sebelah selatan Kades-Barnea. Dari situ batas berlanjut ke Hazar-Adar dan terus ke Azmon,
lalu dari Azmon membelok ke Wadi Mesir dan berakhir di laut.
Batas wilayahmu di sebelah barat adalah Laut Besar dan sepanjang pesisirnya. Itulah batas baratmu.
Sedangkan untuk batas utaramu, tentukanlah tanda batas dari Laut Besar ke Gunung Hor,
lalu dari Gunung Hor ke jalan masuk menuju Hamat, hingga berakhir di Zadad.
Kemudian batas membentang ke Zifron dan berakhir di Hazar-Enan. Itulah batas utaramu.
Tentukanlah tanda batasmu di sebelah timur dari Hazar-Enan ke Sefam.
Dari Sefam batas turun ke Ribla, di sebelah timur Ain, kemudian turun lagi hingga mencapai lereng Danau Kineret di sebelah timur.
Selanjutnya batas turun ke Sungai Yordan dan berakhir di Laut Mati. Itulah negerimu dengan batas-batas sekelilingnya.”

Bilangan 33:1-2

Bilangan 33:1-2 Inilah tahapan perjalanan bani Israil setelah mereka keluar dari Tanah Mesir di bawah pimpinan Musa dan Harun, pasukan demi pasukan.
Musa menuliskan perjalanan mereka menurut tahapannya berdasarkan perintah ALLAH. Inilah tahapan perjalanan mereka.